Beberapa Sebab Mengapa KPR Anda Selalu Di Tolak

Beberapa Sebab Mengapa KPR Anda Selalu Di Tolak

Beberapa Sebab Mengapa KPR Anda Selalu Di Tolak – KPR telah menjadi solusi dalam mewujudkan hunian impian bagi banyak orang. Hanya perlu menyiapkan uang muka, maka anda akan memiliki rumah yang anda impikan. Apalagi jika harga rumah sedang melangit, maka membeli rumah secara tunai pun akan terasa sulit.

Sayangnya tidak semua orang dapat dengan mudah untuk mendapatkan fasilitas KPR dari bank. Ada beberapa alasan tertentu yang menghambat keinginan anda untuk memiliki rumah dari KPR.

BI Checking

BI Checking adalah proses permintaan sejarah kredit debitur selama 24 bulan terakhir. Baik atau tidaknya riwayat kredit seseorang ini akan terlihat pada Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia. Maka dari itu, tidak jarang seseorang mengalami penolakan ketika mengajukan KPR karena riwayat kredit yang buruk.

Maka dari itu, sebelum mengajukan KPR, lebih baik BI Checking terlebih dahulu. Dengan begitu, anda bisa tau sejauh mana potensi bank dapat menerima permintaan kreditmu. Caranya cukup mudah, cukup mengakses situs resmi Bank Indonesia dan mengisi formulir yang tersedia. Jika hasilnya buruk, anda dapat memperbaiki namamu dengan melunasi semua yang di tunggakan. Jika anda menemukan kekeliuran seperti kredit yang sudah lunas tapi mendapat nilai buruk, anda harus segera urus ke kantor Bank Indonesia dengan membawa bukti pelunasan.

Usia

Anda juga bisa di tolak dari pengajuan KPR karena usia. Bank biasanya menetapkan usia maksimal seorang debitur itu ketika cicilan berakhir pada umur 55 hingga 65 tahun. Tapi ini biasanya tergantung juga pada aturan masing masing bank. Jika sudah terlalu tua untuk mengajukan KPR, terdapat beberapa solusi yang dapat anda coba. Anda dapat mencoba KPR dengan tenor pendek 5 tahun agar tidak melewati batas usia. Atau jika kondisi finansial anda memungkinkan, anda dapat memilih pembayaran tunai bertahap. Dengan begitu, hanya perlu 6 hingga 24 bulan saja untuk mencicil rumah tersebut.

Salah Perhitungan

Bank biasanya melakukan perhitungan cicilan KPR maks hingga 40% dari penghasilan bulanan. Jika pengajuan KPR secara Joint Income, maka akan di hitung berdasarkan pemasukan suami dan istri. Maka dari itu, bank juga dapat mengajukan penolakan KPR ketika anda sudah memilih rumah dengan harga yang tinggi sedangkan penghasilan anda masih kurang sesuai untuk angka cicilan yang anda pilih. Maka dari itu, carilah rumah yang sesuai dengan kemampuan mu untuk membayar cicilan. Jika terlanjur dalam salah perhitungan, cobalah untuk mengajukan KPR dengan rumah yang berbeda.

Tidak Menyakinkan Ketika Wawancara

Proses wawancara juga dapat menjadi pengaruh apakah bank dapat menyetujui permohonanmu atau tidak. Jadi berusahalah untuk bersikap sopan dan berbicara dengan jujur, tidak berbelit belit. Jangan lupa juga untuk berpenampilan rapi dan memancarkan kepercayaan diri anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *